Berkat Bagi Semesta Alam

Hari ini isu tentang lingkungan hidup menjadi hal penting dalam dunia Internasional. Pemanasan global yang terjadi sekarang dampaknya semakin . lumrah kita rasakan. Tidak hanya di Indonesia, kerusakan dan dampak dari kerusakan ini juga menjamah negara-negara Eropa dan Amerika yang berlangsung semakin parah. Begitupula arah kebijakan pemerintah dunia malah menguntungkan pemodal (kapitalisme) dan membahayakan masa depan lingkungan hidup.



Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim atau IPCC bahkan memberikan peringatan berupa . “kode merah bagi umat manusia”. Suatu hal yang luar biasa yang bisa dilakukan manusia modern hari ini. Lantas mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Secara sederhana hal ini tidak terlepas dari nafsu manusia yang ingin memenuhi keinginannya dengan merenggut sumber daya pada alam semesta secara berlebihan.

Pembangunan yang dilaksanakan tidak. diberlakukan secara proprsional, jauh dari prinsip berkelanjutan. Kampanye selamatkan lingkungan hanya dijadikan slogan hampa dan bumbu pelengkap dari branding perusahaan.

Kalimat Alhamdulillahi Rabbil "alamin yang dibaca 17x dalam sehari tidak mampu dicerna maknanya karena mayoritas manusia hanya membunyikan huruf tanpa mengerti artinya sebagai sebuah petunjuk besar. Jika kita betul-betul memaknai bahwa segala puja dan puji di dunia hanya milik-Nya, kita akan sadar betapa besar-Nya Dia dan tidak akan "macam-macam" terhadap ciptaan dan tatanan-Nya.

Manusia di Dunia ini tidak sadar esensi agung dari Tuan Semesta Alam, yang dalam bahasa Arab disebut Rabbul Alamin. Mereka asing dengan istilah Tuan Semesta Alam atau Segala Puji Bagi Tuan Semesta Alam. Hal ini tidak dipahami. oleh sebagian besar ummat Islam, Kristen hingga Yahudi,dan sedikit dipahami oleh manusia yang hidup dengan ilmu pengetahuan.

Mereka mengetahui makna dari Semesta Alam tapi tidak sadar bahwa manusja hanya satu dari miliaran makhluk di dunia ini, bagian dari sebuah tatanan makro.

Masalah ini merupakan buah dari prinsip manusia modern yang jauh dari rasa sadar bahwa Alam Semesta ini adalah milik Sang Mpu Alam Semesta itu sendiri, Tuan Semesta Alam. Manusia menganggap, merekalah yang mempunyai Hak Milik dari kekayaan yang ada di dunia.

Manusia lupa bahwa Dialah Sang Pemilik Tunggal, adapun dunia dan seisinya hanyalah wadah dan sarana untuk mengenal diri-Nya.

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepadaNya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan): hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudahmudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tandatanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur." Al A'raf Ayat 56-58

Ada lautan, luas dan luas, penuh dengan makhilukmakhluk di luar jumlah - makhluk hidup baik besar maupun kecil. Di sana kapal-kapal pergi ke sana kemari, dan leviathan, yang Anda bentuk untuk bermain-main di sana. Semua ini melihat Anda untuk memberi mereka makanan mereka pada saat yang tepat. Ketika Anda memberikannya kepada mereka, mereka mengumpulkannya: ketika Anda membuka tangan Anda, mereka puas dengan hal-hal yang baik. Ketika Anda menyembunyikan wajah Anda, mereka ketakutan, ketika Anda mengambil napas mereka, mereka mati dan kembali ke debu. Ketika Anda mengirimkan Roh Anda, mereka diciptakan, dan Anda memperbaharui muka bumi. Mazmur 104: 25-30

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?" Sad Ayat 27-28

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama

Saran dan Masukan